Tony Rosyid: Dilema Oligarki Dukung Ganjar

    Tony Rosyid: Dilema Oligarki Dukung Ganjar
    Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah

    JAKARTA - Harus jelas dulu siapa yang disebut Oligarki itu. Mereka adalah kelompok kecil yang mempengaruhi, bahkan menentukan kebijakan negara. Oligarki terdiri dari dua kelompok yaitu elit penguasa dan pengusaha papan atas. Saat ini militer tidak terlibat, bahkan cenderung terpinggirkan.

    Penguasa dan pengusaha ingin mengamankan kepentingannya kedepan. Secara hukum aman, kepentingan politik berkelanjutan, dan nasib bisnis para pengusaha terjaga, bahkan berkembang.

    Untuk tujuan ini, Oligarki perlu sosok pemimpin untuk mengamankan semua kepentingannya itu. Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah, nampaknya jadi pilihan. Kenapa Ganjar? Ini sosok yang oleh mereka dianggap sangat loyal. Oligarki butuh orang yang loyal dan bisa berkompromi dengan semua kepentingannya.

    Sayangnya, potensi elektabilitas Ganjar tidak seperti Jokowi yang saat itu adalah rising star. Jokowi antitesa para penguasa sebelumnya yang terkesan elitis dan tak terjangkau oleh rakyat. Kehadiran Jokowi dianggap mampu memenuhi kerinduan rakyat terhadap pemimpin dari kalangan bawah.

    OTOSATU.COM
    market.biz.id OTOSATU.COM
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Elektabilitas Jokowi saat itu, secara alami melejit dan tak terbendung. Megawati, ketua umum PDIP yang semula berencana nyapres pun mundur dan tiket diberikan kepada Jokowi. Drama dan tekanan kabarnya mewarnai pencalonan Jokowi tahun 2014.

    Jokowi beda dengan Ganjar. Elektabilitas Ganjar baru naik di pertengahan 2020 setelah tim media kerja keras. Terus naik seiring dengan kerja tim dengan logistik yang memadai. Bahkan elektabilitasnya sempat melampaui Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta. Namun, kenaikan elektabilitas Ganjar tidak alami sebagaimana Jokowi. Elektabilitas Ganjar besar di Jawa Tengah, sebagian Jawa Timur. Sementara di luar dua wilayah ini, elektabilitas Ganjar tidak berkembang dan sepertinya terkunci. 

    JEJAKPOLITISI.COM
    market.biz.id JEJAKPOLITISI.COM
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Ganjar punya tiga kelemahan. Pertama, tidak cukup kontens berupa prestasi. Hasil kerja Ganjar tak begitu tampak dan sepi penghargaan. Kampanye Ganjar lebih dominan berupa gimmick. Dalam pertarungan jangka panjang, mengandalkan gimmick itu lemah. Rakyat juga akan bosen dan jenuh jika terus menerus disuguhi gimmick.

    Kedua, tidak ada peristiwa besar yang mengangkat nama Ganjar. Beda dengan Jokowi yang memiliki gagasan mobil Esemka, dan menyelamatkan pasar klewer dari rencana penggusuran untuk dijadikan mall. Dua hal ini mendongkrak nama Jokowi ke pentas politik nasional. Karena dua peristiwa besar inilah Jokowi mulus ke Balaikota Jakarta dan kemudian ke istana negara. Dan Ganjar tidak memiliki ini.

    Kepiting Goreng Spesial
    market.biz.id Kepiting Goreng Spesial
    13% Rp 8.509
    Beli sekarang!

    Peristiwa yang muncul dan populer justru "penggusuran di Wadas". Ini menjadi faktor ketiga yang sama sekali tidak menguntungkan bagi Ganjar.

    Saat ini, elektabilitas Ganjar stagnan, malah cenderung turun. Salah satu faktor turunnya elektabilitas Ganjar karena kasus Wadas di Purworejo tersebut. 

    BIGISSUE.ID
    market.biz.id BIGISSUE.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Selain Wadas, isu E-KTP juga bisa menjadi faktor penghambat elektabilitas Ganjar. Lepas Ganjar secara hukum terlibat atau tidak, kasus ini diangkat lagi atau tidak oleh KPK, tapi publik terlanjur membaca adanya nama Ganjar di kasus tersebut. 

    Kasus E-KTP telah menjadi peristiwa politik. Politik dibentuk oleh persepsi publik. Ini yang menyebabkan elektabilitas Ganjar potensial terhambat dan stag. 

    Di sisi lain, PDIP sudah punya kader yang akan dimajukan yaitu Puan Maharani. Puan telah melalui penggemblengan dan menempuh proses kaderisasi cukup panjang di PDIP. Dimulai sebagai anggota DPR biasa, lalu ketua fraksi, kemudian jadi menteri, dan sekarang menjadi ketua DPR RI. Puan memiliki track record yang secara jenjang perkaderan memadai untuk mempersiapkan diri jadi capres atau cawapres. 

    Gambaran di atas membuat Oligarki harus berpikir ulang untuk menyapreskan Ganjar Pranowo. Satu sisi, Ganjar tidak diragukan loyalitasnya. Di sisi lain, memaksakan Ganjar nyalon juga berisiko jika tidak dapat tiket, atau nyapres tapi kalah. Presiden yang menjadi pemenang dalam pemilu nanti pasti punya catatan tersendiri terhadap sepak terjang Oligarki. Alih-alih mempertahankan kepentingan politik dan bisnis mereka, yang terjadi bisa sebaliknya. 

    Di sisi lain, ada Anies Baswedan. Anies sepertinya telah mempersiapkan diri sejak dini, jauh sebelum ia dikenal publik. Anies telah mempersiapkan diri dengan memenuhi syarat-syarat yang dibutuhkan sebagai seorang pemimpin. Anies menjaga integritasnya, mengasah kemampuannya dalam memimpin, menciptakan track record yang dibutuhkan untuk menjadi pemimpin, dan menempa dirinya dalam mental dan komunikasi ala seorang pemimpin. Ketika kesempatan nyapres datang, Anies terlihat begitu siap. 

    Pizza Hut Black Pizza
    market.biz.id Pizza Hut Black Pizza
    6% Rp 1.750
    Beli sekarang!

    Saat ini, Anies rising star. Ekspektasi dan antusiasme rakyat terhadap Anies sedemikian terasa. Lahirnya beragam relawan yang menginginkan Anies Presiden seperti jamur di musim hujan. Terjadi begitu saja tanpa rekayasa. Tentu ini berbeda dengan Ganjar yang lebih mengandalkan kekuatan logistik. 

    Anies saat ini adalah tokoh fenomenal. Bagi Oligarki, Anies potensial untuk menang dan menjadi Presiden. Semua bisa dibaca dalam detil survei dengan semua variabelnya. Hanya saja, Anies bukan orang yang mudah diatur dan dijinakkan. Punya pendirian dan prinsip yang kuat. Tidak bisa dinegosiasi jika itu menyangkut pelanggaran terhadap aturan. Tidak bisa berkompromi jika itu merugikan kepantingan rakyat dan bangsa. Pembatalan 13 pulau reklamasi adalah bukti nyata dan terang benderang bahwa Anies tidak bisa berkompromi pada pelanggaran dan proyek yang merugikan rakyat dan bangsa. Bagi Oligarki, di sini ada dilema. 

    Pada akhirnya, Oligarki akan dipaksa untuk bersikap realistis. Mereka akan merapat dan memberi dukungan kepada calon yang potensial menang. Siapapun calon itu. Bagi Oligarki, kepentingan mereka adalah aman secara hukum, politik dan ekonomi. 

    Namun, jika mereka salah atau terlambat mengambil langkah, maka ini akan menjadi bumerang bagi masa depan mereka, baik masa depan politik maupun masa depan ekonomi. 

    Jakarta, , 23 April 2022

    Cortado steamed milk
    market.biz.id Cortado steamed milk
    9% Rp 2.300
    Beli sekarang!

    Tony Rosyid
    Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

    Tony Rosyid Ganjar Pranowo
    Ernest Hendri

    Ernest Hendri

    Artikel Sebelumnya

    M. Zahron Nasywa Mahasiswa Asal Pati, Raih...

    Artikel Berikutnya

    Sufmi Dasco: Masalah Emisi Karbon Perlu...

    Berita terkait

    Peringkat

    Profle

    Achmad Sarjono verified

    Syafruddin Adi

    Syafruddin Adi verified

    Postingan Bulan ini: 183

    Postingan Tahun ini: 3236

    Registered: Apr 8, 2021

    Afrizal

    Afrizal verified

    Postingan Bulan ini: 142

    Postingan Tahun ini: 2483

    Registered: May 25, 2021

    Narsono Son

    Narsono Son verified

    Postingan Bulan ini: 73

    Postingan Tahun ini: 600

    Registered: Jul 9, 2020

    Siswandi

    Siswandi verified

    Postingan Bulan ini: 60

    Postingan Tahun ini: 726

    Registered: Jul 11, 2020

    Profle

    Narsono Son verified

    Semarak HDKD ke -77, Bapas Kelas II Nusakambangan Ikuti Aksi Donor Darah
    Kakanwil Kemenkumham Jateng Ajak Jajarannya Sosialisasikan RKUHP
    Warga Binaan Lapas Purwokerto Terima Pelatihan Pertukangan Kayu
    Kalapas dan Jajaran Lapas Narkotika Purwokerto Ikut Partisipasi Program SDM Berakhlak 

    Rekomendasi

    Bupati Lambar Parosil Mabsus Boyong Dua Penghargaan Bergengsi Sekaligus Dari Dua Media Terkemuka Dan Terbesar Di Lampung
    Peringati HUT RI Ke-77, Kapolsek Manyar dan Forkopimcam bagikan Ratusan Bendera Merah Putih Kepada Pengguna Jalan
    Rektor: Orasi Guru Besar Jadi Bukti Inklusivitas Ilmu di UNAIR
    Ini Curhatan Peternak Burung Puyuh di Masa Pandemi Saat Dikunjungi Babinsa Wringinanom
    Jelang Pengamanan Pilkades 2022, Kapolresta Mojokerto Silaturahmi dengan Ketua DPRD

    Ikuti Kami